Cerita Cha Ju Kua tentang Sumatera dan Jawa

Chu fan chi / Zhu fan Zhi adalah catatan dari Cha Ju Kua / Zhao Ruguo dari dinasti song abad ke 13. Berisi tentang catatan bangsa bangsa di luar China berikut barang komoditinya. Catatan ini sangat penting bagi dinasti Song untuk menambah data perdagangan.

Dari catatan tersebut diketahui ada catatan mengenai nusantara, berikut cuplikannya.

Dari seluruh penjuru bumi yang memiliki barang komoditi terbaik dan terkaya selain China adalah Arab (Ta-Shi), disusul kemudian oleh Jawa (Sho-p'o), dan berikutnya Sumatra (San-fo-tsi)

Pdf lengkapnya bisa dibaca DISINI

SUMATRA

Hukum yang diberlakukan di negeri Sumatra sangat keras, yang paling berat kasusnya adalah perzinahan yang akan menerima hukuman mati.

Ketika seorang Raja wafat, rakyatnya mengungkapkan rasa kesedihan dengan mencukur rambut. Pengawal pribadinya (atau punggawa istana) bahkan ikut mati bersama dengan sukarela, dengan melompat masuk ke kobaran api besar yang disebut dengan hidup dan mati bersama.

Raja memiliki mahkota yang tinggi terbuat dari emas dihiasi dengan ratusan batu mulia dan sangat berat, dan tak seorangpun yang mampu memakainya selain Raja. Saat upacara kenegaraan untuk memilih penerus tahta, seluruh anak dari Raja pendahulu dikumpulkan, mahkota itupun di berikan kepada mereka, dan barang siapa yang mampu untuk memakainya maka dialah yang di angkat sebagai Raja baru. Di tahun 992 Sumatra dilaporkan diserang oleh Jawa.


Jawa

Seorang Raja bercirikan rambutnya di kuncir atau diikat simpul. Dan dikepalanya dihiasi lonceng emas, dia memakai pakaian terbuat dari sutra dan sepatu kulit. Singgasananya berbentuk tempat duduk bersegi empat. Ketika para punggawa nya akan meninggalkan istana maka akan selalu membungkuk tiga kali sebelum meninggalkan tempat.

Ketika Raja bepergian dia akan menunggang gajah atau naik kursi dan ditandu, serta diikuti dan dikawal dengan limaratus sampai tujuh ratus pasukan bersenjata lengkap.

Ketika Raja lewat maka orang orang yang melihat pun langsung berjongkok sampai Raja sudah lewat.

Tiga putra Raja masing masing dijadikan sebagai wakil kerajaan yang mengatur urusan pemerintahan kerajaan, mereka tidak diberikan upah bulanan namun digantikan dengan banyak barang barang secara rutin.

Dibawah mereka ada pegawai sekitar tiga ratus lebih yang dibagi untuk urusan pemerintahan kota kota,perbendaharaan, dan lumbung pangan pemerintah.

Komandan pasukan diberikan upah bulanan senilai 20 batang emas, untuk tentara pasukan yang berjumlah tiga puluh ribu orang akan diberikan upah bervariasi sesuai dengan jabatannya masing masing.

Untuk kebiasaan di negeri itu, untuk mendapatkan istri mereka tidak menggunakan perantara namun memberikan sejumlah emas kepada keluarga si wanita untuk bisa menikahinya.

Di Jawa tidak memberlakukan hukuman fisik atau kurungan kepada para kriminal. Mereka didenda emas yang jumlahnya tergantung dari kesalahan apa yang diperbuat. Kecuali pelaku perampokan atau pencurian, mereka langsung dihukum mati.

Di bulan ke lima mereka membuat acara hiburan dengan melakukan perjalanan menaiki perahu, di bulan kesepuluh mereka mengunjungi bukit bukit dengan menaiki kuda gunung.

Mereka mempunyai instrumen musik seperti seruling, gendang, dan kastanyet (alat perkusi berupa sepasang kayu atau tulang), lebih jauh lagi mereka sangat ahli bermain opera.

Di negeri ini terdapat taman bambu dimana mereka mengadakan adu babi hutan dan adu ayam.

Pemukiman mereka terlihat mengagumkan dan di cat berwarna kehijauan.

Para pedagang yang mengunjungi tempat ini disediakan pondok pondok khusus tamu yang dimana mereka akan dicukupi dengan sajian makanan dan minuman.

Para penduduk mendandani rambut mereka dan memakai kain mulai dada sampai lutut.

Ketika mereka sakit, mereka tidak mengkonsumsi obat obatan, tapi hanya berdoa kepada Tuhan. Mereka punya nama pribadi namun tidak nama keliarga. Mereka sangat temperamen dan berwatak garang, dan mereka bermusuhan dengan negeri Sumatera, serta keduanya mencari kesempatan untuk berperang. 

Di jaman dinasti Sung (435) negeri ini pernah berhubungan dengan China lalu putus hubungan, dan dibuka kembali dengan dinasti yang sekarang tahun 992 dengan memberikan hadiah kepada pemerintah kita.

Negeri ini luas dan datar sangat cocok untuk pertanian. Membajak lahan dilakukan oleh kerbau, rakyat membayar pajak. Mereka membuat garam dengan cara mendidihkan air laut, negeri ini mempunyai ikan yang melimpah, ayam, bebek,kambing, kuda, dan kerbau dijadikan sebagai makanan.

No comments:

Post a Comment